Friday, August 14, 2009

Kenapa densus 88 'membunuh' sang teroris?

Assalamualikum,
Seminggu yang lalu kita dikejutkan dengan adanya penggrebekan polisi khusus "densus 'anti teror' 88" atas dua rumah di Jatiasih, Bekasi dan di Temanggung, Jawa tengah. Pertama mendengar hal ini diberitakan bahwa Noordin M. Top dan kawan-kawan dikabarkan dikepung oleh polisi dan tewas dalam baku tembak dengan polisi. Lambat laun berita tewasnya Noordin akhirnya menjadi tidak valid, dikarenakan tes DNA membuktikan bahwa yang tewas ditembak polisi bukan Noordin (dalam kali lain saya akan menuliskan posting tentang tes DNA-kebetulan saya pernah ikut workshopnya).

Sebetulnya dalam blog ini bukannya saya ingin membahas perihal pengepungan tim densus 88 tersebut, yang menjadi perhatian saya adalah kenapa para personel yang menggrebek dan mengepung rumah tersebut 'membunuh' bukannya 'melumpuhkan' dan atau 'menangkap' para teroris....(hal ini terjadi pula dalam pengepungan Dr. azhari di Batu, Jawa Timur'

Rasionya (dalam benak saya) setelah terkapar ditembak di kaki (misalnya) para teroris tidak bisa lari kemudian bisa ditangkap dan akhirnya nanti bisa dimintai keterangan seputar keberadaan jaringan dan lain sebagainya... lha ternyata detasemen khusus yang dikabarkan membawa lengkap 200 personel plus 20 penembak jitu (sniper) plus robot canggih dari ITS itu malah menewaskan para teroris tersebut. Memangnya dalam manual densus 'didikan Amerika Serikat' tersebut tidak ada kata lumpuhkan dan tangkap ya?!

Alasannya karena mereka balik menyerang, lantas '200+20 orang' tadi apa tidak cukup untuk melumpuhkan '2 orang'?, karena mereka berbahaya memakai rompi bom, lantas buat apa mereka pakai teknologi tinggi (termasuk robot) dan persenjataan modern lainnya jika tidak dapat men-disrupt bom dan menangkap orangnya.

Bukannya naif dan menjelekkan polisi antiteror kita (jujur saya malah bangga polisi kita menjadi lebih maju), namun kembali lagi kenapa harus membunuh?, saya menaruh dugaan bahwa apakah ada sesuatu yang ditutupi, Naudzubillahimindzalik...

Investigasi terus berlanjut...

wallahualam bishawab

Salam dari surabaya,
Mesa

nb: mohon komennya dan benarkan jika saya salah

No comments:

Post a Comment